Lentera Babel

Datangi DPRD Bangka, Koalisi Aksi Penyelamatan Pantai Matras sampaikan Aspirasi Tolak KIP di Laut Matras

Datangi DPRD Bangka, Koalisi Aksi Penyelamatan Pantai Matras sampaikan Aspirasi Tolak KIP di Laut Matras

 

Koalisi Aksi Penyelamatan Pantai Matras mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bangka untuk menyampaikan aspirasi Tolak operasi KIP di Laut Matras, Rabu (30/9/2020).

Ardi Pengeran menjelaskan dalam pertemuan di ruangan BANMUS gedung DPRD Kabupaten Bangka ada sekitar 40 anggota koalisi yg hadir dan ini sifatnya hanya perwakilan saja, tidak semuanya hadir karena kita mempertimbangkan situasi saat ini ungkapnya.

” Koalisi ini terdiri dari berbagai elemen, baik itu ORMAS, LSM, Paguyuban, Tokoh Masyarakat, Dan Nelayan Matras sampai dengan Nelayan Pesaren, di antaranya Pemuda Bulan Bintang, Pemuda Abdi Bangsa, Brigade Hizbullah, Kelompok Kajian Hukum BABEL, Pemuda Nelayan Bersatu, Paguyuban Save Matras, INAKER BABEL, Tokoh masyarakat Sinar Jaya Jelutung ungkapnya.

Adapun tuntutan yang tertuang di tulisan yang di sampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Bangka yaitu;
1. meminta untuk tidak dilakukannya
penambangan di perairan pantai matras
dan sekitarnya guna mencegah kerusakan
lingkungan pantai matras.
2. meminta untuk ditinjau kembali Perda
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
nomor 3 tahun 2020 tentang RZWP3K
rencana zonasi wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil serta mengeluarkan
pantai matras dari perda tersebut yang
mengatur WIUP pertambangan di
perairan matras.
4. meminta para pihak berkepentingan tidak
memecah-belah masyarakat Bangka
Belitung khususnya masyarakat matras
dan sekitarnya.
5. meminta pemerintah Kabupaten Bangka
memfungsikan badan usaha milik daerah
atau BUMD di sektor pertambangan agar
mampu mendirikan pendapatan asli
daerah secara langsung yang dapat
digunakan untuk membangun daerah.
5. meminta DPRD Kabupaten Bangka
membentuk pansus dalam hal ini
melakukan fungsi pengawasan yang sah
secara konstitusional apabila diperlukan.

” Kita meminta Anggota DPRD Kab. Bangka sebagai Wakil Rakyat untuk menindak lanjuti pernyataan sikap dan tuntutan ini dengan cepat dan serius, untuk menghindari terjadinya konflik sebagai dampak akan beropersinya KIP Mitra  di perairan Matras dan sekitarnya” ungkap Ardi.

Ditempat yang sama Ketua Paguyuban Save Matras Hardianda, S.H., menambahkan KIP yg beroperasi itu merupakan KIP Mitra, berarti ada Cos atau pun biaya yang di keluarkan Mitra tersebut.

” kita akan telusuri kemana saja Cos itu mengalir, dan apakah sesuai dengan koridor hukum pemanfaatannya. Dan perlu kita tegaskan Pantai Matras milik semua masyarakat Bangka Belitung, sudah kewajiban kita semua sebagai orang Bangka Belitung untuk menjaganya”ungkap Hardianda.

Kedatangan koalisi ini di terima langsung oleh komisi 3 DPRD Kab. Bangka, dan ketua Fraksi Gerindra DPRD Kab. Bangka, diantarnya M. Taufik Koriyanto, Ramlan, Acit Karvina, Zulkarnain, dan Masyuri.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka, M. Taufik Koriyanto ketua Fraksi Gerindra sangat mengapresiasi kedatangan Anggota koalisi ini.

Sangat la tepat mengadu dan menyampaikan aspirasi di sini sebagai rumah rakyat dan akan langsung membawa pernyataan sikap dan tuntutan koalisi ini ke rapat Banmus, jelasnya.

” Kebetulan sore ini kita ada rapat Banmus, akan segera kami bawa ke rapat Banmus sesuai dengan isi surat pernyataan sikap dan tuntutan ini yg sudah di tandatangani setiap pihak yg hadir” ungkapnya.

Taufik juga menambahkan minggu depan akan diagendakan kembali untuk rapat dengan menghadirkan pihak pihak terkait tambahnya.

” Kita akan menyurati, dan menghadirkan pihak PT. Timah.Tbk terkait dengan permasalahan ini, karena ada juga pengaduan dari Nelayan dan Masyarakat Belinyu, Pesaren, dan yg sekarang ini permasalahan di Laut Matras. Nanti akan kita tindak lanjuti semuanya sekaligus” ungkap Taufik. ( Ndo )

editor

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *